• home

Gaji Ilmuwan Indonesia Dan Dana Riset


Gaji Ilmuan Indonesia

Ketidakpedulian pemerintah terhadap kegiatan riset antara lain dibuktikan dengan rendahnya gaji profesor riset. Bahkan, gaji berikut tunjangan seorang profesor riset yang berada dalam pangkat tertinggi golongan IV/E masih lebih rendah daripada gaji guru sekolah dasar di Jakarta dan sekitarnya.

Gaji pokok seorang profesor riset golongan IV/E di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), misalnya, saat ini Rp 3,6 juta per bulan. Gaji ini ditambah tunjangan peneliti Rp 1,6 juta per bulan. ”Jadi, total gaji yang saya terima Rp 5,2 juta per bulan,” kata Prof Dr Ir Jan Sopaheluwakan, MSc, pakar ilmu kebumian yang sudah bekerja sekitar 30 tahun di LIPI.

Pendapatan seorang profesor riset yang menduduki jabatan struktural sedikit lebih tinggi karena mendapatkan tunjangan jabatan Rp 3,2 juta per bulan.

Lampu LED buatan Indonesia

Ilmuwan Indonesia telah membuat lampu LED made in Indonesia!!! Membanggakan bukan? Lampu yang telah dipasarkan dengan merek KUNANG ini mampu mengubah sekitar 80-90 % energy listrik menjadi energy cahaya (bandingkan dengan bohlam biasa yang hanya mampu mengubah 10-20 % energy listrik menjadi energy cahaya). Radiasi panas lampu LED ini sangat kecil (cocok untuk ruang ber AC).

Lampu yang sangat hemat energi ini didesign dan diproduksi oleh Suhandry Salim ilmuwan hebat dari Center for Smart Technologies Surya Univ. Sebelumnya ilmuwan cerdas ini telah banyak melakukan riset dalam bidang nanotechnology, IT, biotechnology (tissue engineering) dsb. Ia membuat lab sendiri di Surya Univ (uniknya ia membiayai sendiri seluruh labnya ini dari berbagai research grant luar negeri yang ia peroleh sebelumnya). Seorang prof Jepang kagum dan menilai lab-nya sebagai salah satu lab dengan sensor terlengkap di dunia.

Kini ilmuwan muda kita ini sedang mengembangkan smart building system yang mampu secara otomatis mengatur suhu, kelembaban, pencahayaan dan musik suatu ruangan sesuai selera tiap orang. Kondisi ruangan ketika pak Ali masuk akan berbeda dengan kondisi ruangan ketika bu Shinta masuk… menyenangkan bukan? Banyak orang datang kepadanya ingin dibuatkan smart system untuk berbagai bangunan (hotel, ruang perkantoran).

Indonesia Memiliki Jumlah Hari Sekolah Tertinggi di Dunia



Miris rasanya hati saya mendengar anak Bangsa ini setiap tahunnya seorang murid menghabiskan 220 hari di sekolah hingga akhirnya ,proses belajar tersebut menjadi tidak efektif lagi karena murid-muridnya sudah keburu jenuh dan stress.Kejadian ini pernah saya(korban) alami sewaktu saya masih sekolah dulu syukur dech saya dah lulus :P.Pemerintah kita mengganggap semakin banyak jam belajar disekolah ,maka murid akan akan semakin pintar,padahal itusemua tidak menjamin, hanyalah individunya masing-masing yang bisa mengendalikan kesadaran tersebut.

System pendidikan di Indonesia juga yang masih terkesan value oriented karena masih menghandalkan adanya prinsip-prinsip benar-salah yang diterima oleh individu atau kelompok social itu dalam maksud tersebut adalah dengan mengutamakan nilai di bandingkan prosesnya pada akhirnya anak murid tersebut menjadi robot-robot yang obsessed sama nilai . Guru bukanlah dewa yang selalu benar dan salah dan murid bukanlah kerbau(Soe Hok Gie).